Hasil analisis sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumen pria di Indonesia makin banyak membeli produk perawatan khusus bagi diri mereka.

Menurut survei perilaku belanja rumah tangga yang dilakukan Nielsen Homepanel Services di kota Jakarta, Bandung, Semarang, Medan dan Surabaya, pengeluaran rumah tangga untuk produk perawatan pria selama tahun 2010 sebesar Rp57.000 dalam sekali kunjungan atau meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya.

Associate Director of Homepanel Services pada Nielsen Indonesia, Hellen Katherina di Jakarta, Selasa, mengatakan rumah tangga juga membeli produk perawatan pria dengan volume lebih besar.

"Ini menunjukkan mereka sudah tidak coba-coba lagi, tapi sudah yakin dan biasa menggunakan produk tersebut," katanya.

Menurut Hellen, produk perawatan pria yang paling banyak dibeli yakni "cologne", pembersih muka, shampo, produk perawatan rambut dan sabun cair.

"Para pria sekarang makin memperhatikan penampilan, mereka ingin terlihat bersih, rapi dan wangi," lanjut dia.

Ia menjelaskan pula bahwa menurut analisis Nielsen saat ini kaum pria memberikan perhatian hampir sama besar dengan para perempuan mengenai penampilan dan fesyen.

"Lebih dari setengah populasi pria dan wanita setuju pentingnya terlihat menarik oleh lawan jenis," katanya.

Keseimbangan kebutuhan akan produk perawatan pada pria dan wanita, menurut dia, membuka peluang bagi produsen untuk melihat populasi pria sebagai target pasar potensial untuk portofolio produk mereka.

"Jadi ini saat yang tepat untuk mulai mengeksplorasi pasar ini, mereka butuh produk khusus untuk perawatan diri dan bersedia membelanjakan uang untuk itu. Ini saatnya produsen berinovasi, menciptakan produk untuk memenuhi keinginan mereka akan produk perawatan spesifik," katanya.

Apalagi, menurut Hellen, saat ini belum banyak produsen yang menjadikan kaum pria sebagai target pasar dengan produk-produk perawatan khusus untuk pria.

Ia mencontohkan, dari 280 merek pembersih muka yang beredar di pasaran hanya 39 diantaranya yang spesifik diperuntukkan bagi konsumen pria.

"Untuk shampo baru ada empat merek dari 311 merek di pasar dan sabun cair baru 26 merek dari total 628 merek yang ada," katanya.