Medan-Kepolisian Daerah Sumatera Utara tengah mengejar kelompok yang membajak truk crude palm oil (CPO) di kawasan tol Belawan.

Kabid Humas Polda Sumut AKBP Heru Prakoso di Medan Selasa mengatakan, pihaknya masih terus menyelidiki kasus kejahatan yang meresahkan kalangan supir truk CPO itu.

Namun Heru Prakoso mengatakan, pihaknya belum dapat memberitahukan jumlah dan identitas pelaku pembajakan truk CPO tersebut.

"Sampai saat ini masih dalam penyelidikan," katanya.

Ketika dipertanyakan tentang upaya antisipasi selanjutnya, Heru mengatakan, pihaknya telah memerintahkan jajaran untuk melaksanakan patroli di sepanjang jalan tol pada waktu-waktu tertentu, khususnya waktu yang diperkirakan rawan.

Pihak kepolisian juga akan memberikan pengawalan dan pengamanan jika mendapatkan permintaan dari perusahaan truk CPO tersebut.

"Kalau memang diperlukan, anggota kita bisa mengawal truk-truk itu," katanya.

Menurut catatan, aksi pembajakan dan perampok truk CPO terjadi di kawasan tol Belawan pada Kamis (12/5) dinihari sekitar 00.30 WIB.

Ketika membuat laporan di Mapolsek Medan Labuhan, salah seorang korban R Situmorang menjelaskan, pembajakan truk itu dilakukan enam orang pria yang memiliki senjata api.

Korban disekap dan diikat kawanan perampok tersebut dan diturunkan di kawasan terminal Amplas, sedangkan truk yang berisi CPO dibawa lari.

Setelah mengadu ke pos Polisi Jalan Raya (PJR) yang berada di pintu tol Amplas, pihaknya disarankan untuk membuat pengaduan ke Polsek Medan Labuhan.

Akibat peristiwa itu, korban yang merupakan warga Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Labuhan mengalami kerugian satu tangki berisi 31 ton CPO senilai Rp310 juta, uang tunai dan surat berharga lainnya.