*Welcome to my Blog, Selengkapnya...

Thursday, October 6, 2011

Soal Bus Layang, Rencana Belum Matang Jangan Sampaikan ke Publik

Jakarta - Setelah proyek monorel dipastikan tidak akan dilanjutkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun bus layang. Konsep bus layang ini dipilih untuk memanfaatkan tiang-tiang penyangga yang sudah sempat berdiri sebelumnya.

Menurut Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit, seharusnya ide itu tidak buru-buru disampaikan ke publik. Karena dia menilai konsep itu belum matang.

"Seharusnya rencana itu jangan buru-buru dilempar ke publik. Matangkan dulu perencanaan itu baru sampaikan ke publik," kata Danang kepada detikcom, Rabu (5/10/2011).

Danang mengatakan, rencana yang belum terperinci dengan jelas lalu diumbar ke publik hanya akan membuat masyarakat bingung. Ujung-ujungnya, sikap tersebut hanya akan menghilangkan legitimasi pemerintah dalam membuat kebijakan selanjutnya.

"Publik pasti bingung konsep bus layang itu seperti apa, apakah sejajar dengan gedung-gedung atau bagaimana. Atau jalurnya di atas halte busway kalau dia bersinggungan dengan jalur khusus bus TransJakarta itu," kritiknya.

Tidak hanya itu, dia juga berharap Pemprov menjalin komunikasi yang baik dengan Pemerintah Pusat dengan perencanaan-perencanaan yang dibuat. Jangan sampai ada ketidaktelitian dalam konsep yang diajukan.

"Dari kasus truk dalam kota, pembatasan dengan sistem warna kendaraan dan ganjil genap, Pemprov sering melakukan tindakan yang sering membuat kementerian terkait terkaget-kaget dengan rencana itu. Itu karena tidak matangnya komunikasi keduanya. Bahaslah lebih dulu sampai clear termasuk ke daerah mitra baru lempar ke publik," tandasnya.

Dihubungi terpisah, pengamat transportasi dari Universitas Trisakti Yayat Supriyatna juga sepakat konsep bus layang itu dikaji mendalam terlebih dulu. Karena melihat struktur tata kota Jakarta, konsep itu agak sulit diterapkan.

"Seperti bus layang itukan masih wacana tapi sudah dilempar ke publik. Padahal itukan belum pasti bentuknya gimana. Tentunya kalau itu benar dilaukan pasti banyak yang harus ditata ulang, karena kita takut itu tumpang tindih dengan jalur yang sudah ada saat ini seperti busway," jelas Yayat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI akan menerapkan teknologi bus dengan sistem layang (elevated) sebagai pengganti monorel. Rencananya proyek ini dimulai pada awal 2012, sehingga pada tahun 2014 ditargetkan sudah bisa selesai.

Sistem bus layang ini nantinya menggunakan jalur melingkar (loop line). Jalur ini berbeda dengan jalur bus TransJakarta yang menggunakan sistem radial (menyebar). Untuk sistem bus layang ini, diperkirakan butuh 50 unit bus gandeng dengan kapasitas per bus 180 orang. Headway bus-bus ini kurang lebih 3 menit.

0 comments:

Post a Comment

Komentar dengan sopan!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Ambar Syahputra | Produced by DNN Network | All Right Reserved
  • Terms/Privacy
  • Advertise
  • Login